Lewati ke konten utama
Pendidikan

Yayasan Pendidikan Krsiten Nusa Bunga Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru

Yayasan Pendidikan  Krsiten Nusa Bunga Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru

Yaret S Nalle Pendidikan

Ende, 13 Agustus 2026 __ Yayasan Pendidikan Kristen Nusa Bunga menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah yang berada di bawah naungan yayasan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026, bertempat di SMP Kristen Ende.

Workshop ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari para kepala sekolah dan guru dari satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen Nusa Bunga se-Flores-Lembata dan Bima. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pendidik dan pemimpin satuan pendidikan untuk memperluas wawasan, memperdalam kompetensi profesional, serta membangun komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Kegiatan workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang pendidikan dan kepemimpinan, yakni Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th., Dr. Fredik Abia Kande, M.Pd., Efraim Samuel Nalle, M.Pd., dan Kristina E. Noya Nahak, M.Pd. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif yang beragam sekaligus memperkaya proses pembelajaran selama kegiatan berlangsung.

Salah satu materi utama yang mendapat perhatian dalam workshop adalah "Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah untuk Mewujudkan Pendidikan GMIT yang Bermutu" yang disampaikan oleh Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th. Materi ini menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mengelola sekolah secara efektif, membangun budaya kerja yang positif, serta mengarahkan seluruh warga sekolah pada pencapaian mutu pendidikan. Dalam penyampaiannya, Pdt. Saneb menegaskan bahwa kepemimpinan sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kewenangan, tetapi terutama menyangkut keteladanan, tanggung jawah pelayanan, dan kemampuan menggerakkan seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan bersama. "Sekolah yang bermutu tidak lahir hanya karena memiliki sarana dan prasarana yang baik, tetapi karena memiliki pemimpin dan guru yang mampu menggerakkan seluruh warga sekolah untuk belajar, melayani, bekerja sama, dan terus melakukan perbaikan. Karena itu, kepemimpinan pendidikan GMIT harus hadir sebagai kepemimpinan yang melayani, memberi teladan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik."

Selain materi tentang manajemen dan kepemimpinan sekolah, workshop juga membahas berbagai topik yang relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini. Materi yang diberikan meliputi Growth Mindset, "The Teacher as Servant Leader", Konsep Deep Learning, Penyusunan Modul dan Asesmen Berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta Simulasi Micro Teaching dalam kelompok kecil.

Materi Growth Mindset memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pola pikir yang terbuka terhadap proses belajar, tantangan, kegagalan, dan pengembangan diri. Sementara itu, materi The Teacher as Servant Leader mengajak para guru untuk melihat perannya bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pribadi yang melayani, membimbing, mendampingi, dan memberikan teladan kepada peserta didik. Konsep Deep Learning juga menjadi bagian penting dalam workshop. Peserta diajak memahami pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara mendalam, berpikir kritis, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta mampu menerapkan apa yang dipelajari dalam berbagai konteks.

Dalam penyusunan modul dan asesmen berorientasi HOTS, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, analitis, dan mampu memecahkan masalah. Pemahaman tersebut kemudian diperkuat melalui Simulasi Micro Teaching dalam kelompok kecil, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Workshop selama tiga hari tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun jejaring, berbagi pengalaman, dan memperkuat kolaborasi antarpelaku pendidikan di lingkungan Yayasan Pendidikan Kristen Nusa Bunga. Interaksi antara kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan di Flores-Lembata dan Bima memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman mengenai tantangan, praktik baik, serta berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah dan pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, pengelolaan sekolah, serta prestasi peserta didik. Pada akhirnya, workshop ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengembangan kompetensi, tetapi menjadi langkah nyata untuk membangun budaya pendidikan yang terus belajar, bertumbuh, melayani, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik, Yayasan Pendidikan Kristen Nusa Bunga terus berupaya memperkuat kapasitas kepala sekolah dan guru sebagai ujung tombak pendidikan. Kepala sekolah yang visioner dan guru yang kompeten diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, membentuk karakter peserta didik, serta mewujudkan pendidikan GMIT yang bermutu dan berdampak bagi masa depan generasi muda.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Tulis komentar

Komentar ditinjau lebih dulu oleh admin sebelum ditampilkan. Email tidak dipublikasikan.

Tidak ditampilkan di halaman ini.